Analisa instrumen

Analisa instrumen

KONSEP DASAR REM

1. Al Haitsam: Kita dapat melihat suatu benda karena  

    benda tersebut memantulkan cahaya.

    Dalam bahasa Arab cahaya dikenal sebagai An noor dan

    konsep ini telah dikenal sekitar abad ke X.

2. Sir Isaac Newton : Cahaya merupakan zarrah-zarrah

    atau partikel yang sangat kecil yang dipancarkan

    kesegala penjuru dengan kecepatan tinggi dan

    merupakan suatu paket energi ( foton ).

3. Christian Huygens : Cahaya merupakan pancaran

    gelombang yang merambat keseluruh penjuru dengan

    kecepatan yang tinggi.

Potensiometri adalah suatu cara analisis berdasarkan pengukuran beda potensial sel dari suatu sel elektrokimia. Metode potensiometri digunakan untuk  menentukan konsentrasi suatu ion (ion selective electrode), pH suatu larutan, dan  menentukan titik akhir titrasi.

Alat-alat yang diperlukan dalam metode potensiometri adalah :
  • Elektrode pembanding (refference electrode)
  • Elektroda indikator  (indicator electrode)
  • Alat pengukur potensial
Elektroda Indikator terdiri dari :
Elektroda ion logam
  • Paling umum digunakan adalah elektroda logam perak
  • Respon baik untuk ion perak (Argentometri)
  • Respon lain terhadap ion-ion yang membentuk senyawa perak yang sukar larut
Elektroda lembam (Inert)
  • Biasanya menggunakan platina
  • Digunakan untuk mengukur reaksi redoks
  • Kurang baik untuk reduktor kuat
Elektroda selaput/ selektif ion
  • Hanya peka pada salah satu ion saja
  • Paling banyak digunakan adalah indikator gelas untuk pengukuran pH
  • Kelemahan : muncul kesalahan alkali, kesalahan ini timbul karena elektroda gelas memberikan respon terhadap konsentrasi ion alkali dalam larutan yang bersifat basa

Hukum Beer – Bouguer – Lambert

T = P/Po  =  I / Io = e -kbc

A   = – log T = -log P / Po = log Po / P

      = e b c  =   a b c

where 

          T => transmittance

  %T => percentage transmittance

  P => transmitted power of radiation

  Po => incident power of radiation

  A => absorbance

  a => absorptivity/extinction coefficient

  b => path length

  c => concentration

  e => molar absorptivity/extinction coefficient

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s